Jangan bangga jika anda punya kenalan orang-orang yang punya jabatan dalam suatu perusahaan. KKN kok bangga?!
Kali ini gue mau berbagi cerita aja.
Hal ini terinspirasi dari seorang pengguna jalan yang dengan bangganya menyebutkan bahwa ia punya banyak kenalan dengan orang-orang yang punya jabatan dalam suatu perusahaan jalan tol dan dengan sombongnya ia langsung melaporkan ke perusahaan itu mengenai pelayanan yang didapat.
Orang yang mengaku "ketua komunitas avanza" ini melaporkan kejadian yang tidak ia senangi saat melakukan transaksi di salah satu ruas gerbang tol. Sekilas dari penampilannya, ia memang terlihat orang penting yang punya banyak uang dan punya banyak kesibukan. Tapi sayangnya, uang banyak yang dimilikinya tidak dialihkan untuk mengisi etollnya yang kosong. Sekilas dari wajahnya, ia memang terlihat orang berpendidikan dan aktivis, akan tetapi ternyata pikirannya yang masih pendek, wawasannya yang tidak luas, menunjukkan ketidakcerdasannya dalam bertindak. Seharusnya ia tahu bahwa saldonya kosong dan harus diisi sebelum masuk tol, justru dengan santainya masuk tol dalam keadaan saldo kosong itu dengan dalih bisa isi saldo di rest area. Alhasil ia tidak bisa mengisi saldo di rest area karena offline. Ia berkata pada petugas "saya sudah muter-muter mau ngisi saldo di rest area, tapi offline, kalo tidak percaya ikut saja ke rest area". Memang, rest area yang tersedia masih minim akan outlet pengisian saldo, akan tetapi orang berpendidikan dan aktivis seperti beliau seharusnya tahu tata cata pengisian saldo selain top-up di indomaret/rest area, yaitu dengan cara mengisi saldo menggunakan kartu debit di atm rest area yang disediakan maupun via mbanking. Kalopun memang ia benar-benar sudah muter-muter cari pengisian saldo, seharusnya ia lakukan ini dari sebelum masuk tol, bukan ketika ia sudah masuk tol. Dengan dalih punya kenalan orang tol, ia melakukan tindakan semena-mena kepada petugas, mengancam akan melaporkan petugas pada perusahaan, padahal petugas hanya meminta pembayaran dengan uang pas untuk membantunya cepat bertransaksi sekaligus ingin mengetuk dan membuka wawasan "bapak ketua komunitas avanza" ini agar tidak lagi terpatok pada pengisian saldo dengan uang tunai. Kenalnya ia pada pejabat dalam perusahaan itu seharusnya ia jadikan ladang dalam mencari tahu kebijakan-kebijakan yang berlaku dan mengupas tata cara melaksanakannya --dalam hal ini penggunaan etoll dan tata cara pengisiannya-- bukan membuatnya tutup telinga dan tutup pikiran untuk memiliki wawasan yang lebih luas. Hal ini pun bisa juga terjadi karena orang dalam perusahaan yang ia kenal pun masih minim wawasan tentang tata cara pengisian saldo sehingga memberitahunya bahwa masih bisa transaksi tunai di gerbang keluar. Dengan kesombongan yang ia miliki, ia mempertahankan pikiran pendeknya "kalo memang tidak menerima tunai harusnya di semua gerbang diberlakukan". Padahal di semua gerbang tol di indonesia ini sudah memberlakukan transaksi nontunai ini sejak tahun lalu dan masih bisanya transaksi tunai ini hanya dilakukan untuk orang-orang yang "baru" masuk tol yang masih buta akan kebijakan baru nontunai di tol, bukan untuk orang-orang yang sudah sering bulak-balik tol. Masih adanya transaksi tunai seharusnya menjadikan kita mencari wawasan yang luas tentang tata cara pengisian saldo bukan justru membuat diri kita meremehkan perusahaan dalam melaksanakan kebijakan pemerintah.
Semoga tulisan ini membuka wawasan kita. Jadikan perkembangan teknologi ini untuk membuka wawasan kita mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah dan membuat kita mencari tahu cara menerapkan kebijakan itu sendiri. Bukan menutup pikiran dan menyombongkan diri, melaporkan ketidaksesuaian apa yang ingin kita dapatkan, apalagi memviralkan sesuatu yang tidak Pantas untuk diviralkan. Terima kasih sudah membaca 😊 nantikan tulisan saya selanjutnya ya😉
Langganan:
Komentar (Atom)